Proses Khitanan dengan metode konvensional

Januari 4, 2011 at 9:32 am Tinggalkan komentar

Banyak orang yang bertanya-tanya sebenernya gimana sih proses khitanan itu. Untuk menjawab keingitahuan beberpapa orang saya akan coba menejelasakan beberapa proses khitan dalam berbagai teknik .di bawah ini adalah gambaran bagaimana sebenarnya proses khitanan itu berlangsung

1. Anestesi

Gambar diatas adalah keadaan penis setelah di anestesi atau setelah di kasih baal.

2. Pembebasan perlengketan dan pembersihan smegma.

foto-foro diatas adalah beberapa cara untuk membebaskan perlengketan pada penis, soalnya pada anak-anak kecil biasanya preputium (kulit luar) penis itu menempel pada gland(kepala) penis, sehingga harus “dibebaskan”, bila tidak maka proses khitanan tidak bisa berlangsung dengan sukses. Proses melepaskan perlengketan ini juga sekaligus membersihkan (akumulasi kotoran didalam penis yang berasal dari residu/sisa dari urine), bila tidak dibersihkan, smegma ini akan menjadi pencetus kakker pada penis.

3.  Penjepitan dengan Klem

buah klem kecil digunakan untuk menarik preputium, sedangkan 1 klem (pada foto disamping menggunakan forsep) digunakan untuk membatasi area pemotongan.

4. Pemotongan

Pemotongan dilakukan menggunakan bistouri (pisau bedah)

5. Hasil Pemotongan

inilah hasil pemotongannya………gimana, cakep kan :-) . tapi proses ini belum selesai, masih ada satu proses lagi yaitu hecting atau dalam bahasa umumnya penjahitan (tapi jangan ngebayangin pake singer ya) :-) .

6. Hecting

kira-kira proses hecting itu ya seperti disamping ini, dengan mengunakan (biasanya) benang catgut chrom 4.0.

Seperti itulah kira2 proses khitanan menggunakan metode konvensional, prosesnya sederhana tanpa perlu peralatan-peralatan yang canggih dan mahal, oleh karena itu biaya khitan menggunakan metode ini relatif murah. Akan tetapi metode ini mempunyai beberapa kekurangan :

  1. prosesnya lumayan “bersimbah” darah (berlebihan g ya bahasanya :-) ), karena ketika memotong preputium, otomatis pembuluh darah juga terpotong, nah pembuluh darah yang terpotong ini bila menggunakan teknik ini tidak ada yang membendungnya, jadi setelah klem/forsep dilepas maka serta mertalah darah-darah itu keluar.
  2. proses khitanan membutuhkan waktu yang lebih lama karena pembuluh-pembuluh darah yang terpotong harus di legasi atau diikat dahulu menggunakan catgut, dan itu lumayan banyak.

Semoga Tulisan ini bermanfaat untuk anda semua

sumber : sunatan.wordpress.com

 

 

 

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Liburan Sekolah Ayo Di Khitan Di Seno Medika Khitan / Sunat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Chat


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: